SINOPSIS:
Menjadi dewasa memang tidak pernah mudah. Sering kali kita masih bingung dengan jati diri sendiri, sementara di saat yang sama harus berhadapan dengan berbagai tantangan dan tuntutan kehidupan. Kita takut akan masa depan dan terlalu memikirkan begitu banyak hal. Kita merasakan sesuatu yang begitu bergemuruh dalam dada dan mengira bahwa itulah cinta. Bagaimana harus kita harus menghadapi hidup ini? Bahkan, bagaimana kita harus menghadapi diri sendiri?
Ditulis oleh generasi ketiga keluarga Buya Hamka, buku ini berusaha menghadirkan kembali pemikiran dan filsafat hidup Buya Hamka dalam konteks generasi masa kini. Buya Hamka sendiri bukan sosok dengan sejarah hidup yang lurus-lurus saja: seperti kita, Buya pernah bandel, melawan kehendak orang tua, menulis surat-surat cinta, patah hati, dan lebih menyukai kisah roman, bahkan film aksi dari Barat daripada kitab-kitab kuning yang diwajibkan ayahnya kepadanya. Pergulatan yang pernah dialaminya itulah yang membuat Buya Hamka menjadi tokoh teladan yang manusiawi dan releatable dengan kita!
Kita akan diajak menelusuri berbagai tema penting dalam kehidupan: mengenal jati diri, membangun keberanian, memelihara semangat perjuangan, menghadapi kesulitan, memahami makna cinta dan kebahagiaan, serta menyeimbangkan akal, agama, dan pengalaman hidup dalam membentuk karakter yang kokoh.
Sebab pada akhirnya, kemenangan terbesar dalam hidup bukanlah ketika kita berhasil mengalahkan dunia, melainkan ketika kita berhasil membentuk pribadi yang sanggup menghadapinya.
PENULIS:
Farrel Ahmad Wijaksana
PENERBIT:
SINERGI
KATEGORI:
Buku Hamka
SEGMENTASI:
UMUM
TEMA:
Pengembangan Diri
| ISBN |
: - |
| Barcode |
: 1319011 |
| Fiksi |
: Non Fiksi |
| Jumlah Halaman |
: 232 |
| Bulan/Tahun Terbit |
: 10/2026 |
| Berat |
: 1 Kg |
| Cetakan ke |
: 1 |
| Ukuran |
: Tanpa Nama 4 |
| Lebar x Panjang |
: 14.5 x 20.5 |
| Cover |
: Soft Cover |
| Kertas |
: |